Forum Penanggulangan Tumpahan Minyak dan Bahan Kimia Berbahaya Beracun 2017

 

Menjaga Keselamatan Kerja dan Melindungi Perairan Alam Indonesia Secara Efektif dan Efisien

 

 

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan, telah menerbitkan Permen No. 58 Tahun 2013, yang memungkinkan perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas dan kepelabuhan dan industri kimia, misalnya Pertamina, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pelindo, untuk bekerjasama dengan perusahaan penanggulangan tumpahan minyak dan B3 yang kredibel, seperti OSCT Indonesia yang sudah mempunyai izin dari Kementerian Perhubungan, dalam upaya melindungi lingkungan dari risiko tumpahan minyak dan B3 secara efektif dan efisien.

 

Forum ini juga mengimbau pentingnya mencintai dan menggunakan jasa dan produk dalam negeri agar berjaya di Indonesia dan mancanegara. Pemerintah sudah menerbitkan Inpres Nomor 2/2009 yang bertujuan untuk memberdayakan dan mempercepat pertumbuhan industri dalam negeri. Selain itu, Menteri Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 49/M-IND/PER/5/2009 tentang Pedoman Penggunaan Produksi Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, di mana pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana APBN atau APBD wajib menggunakan produk dalam negeri, selama jenis barang atau jasa itu diproduksi atau tersedia di dalam negeri dengan kualitas minimal setara Standar Nasional Indonesia.

 

 

Menurut Dr. Bayu Satya B.Sc., Chairman OSCT Indonesia, pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungan terhadap jasa dan produk dalam negeri, sebagaimana yang tertuang dalam berbagai undang-undang dan peraturan pemerintah. Namun terkadang pada pelaksanaannya, jasa dan produk dalam negeri masih kurang menerima perhatian, misalnya di bidang kerjasama penyewaan peralatan penanggulangan tumpahan minyak, produk dan jasa asing masih menjadi preferensi. Padahal pada kenyataannya, kerjasama penyewaan Peralatan Tumpahan Minyak dengan menggunakan peralatan buatan Indonesia sudah dibuktikan efektif dan efesien, digunakan di berbagai negara di dunia. Diharapkan melalui forum ini akan diperoleh pemikiran-pemikiran cemerlang untuk bisa mengurai kendala tersebut. Yakni bagaimana agar jasa dan produk karya anak bangsa di industri ini bisa mendapatkan apresiasi di negeri sendiri.

 

“Kita sebagai bangsa yang mandiri harus mencintai dan menggunakan jasa dan produk negeri sendiri. Hal ini akan mendorong industri dalam negeri agar tumbuh lebih pesat lagi, sehingga dapat menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja domestik. Dengan demikian, kita turut mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yaitu ‘mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur’; serta salah satu misi Presiden Republik Indonesia, yaitu ‘menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim,’” imbuhnya.

 

Forum ini dibuka oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Industri (IKTA), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Ir. Achmad Sigit Dwiwahjono, M.PP dan mendapatkan perhatian besar dari Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. H. M. Jusuf Kalla. Beliau hadir di acara ini dan turut memberikan pengarahan selaku Wakil Presiden. Beliau menghimbau peserta Forum untuk menggunakan dan mendukung produk dan jasa lokal. Beliau juga menekankan pentingnya pencegahan dan pelatihan tumpahan minyak dan B3; serta menyampaikan apresiasi kepada OSCT Indonesia atas upaya yang luar biasa dalam menanggulangi tumpahan minyak dan B3.

 

Wakil Presiden Republik Indonesia juga menyatakan pentingnya persiapan yang memadai, pengetahuan dan keterampilan berkualitas tinggi, serta kerjasama yang baik antara semua pelaku yang bergerak di bidang penanggulangan tumpahan minyak dan B3. Pernyataan ini didukung oleh Kepala Divisi Penunjang Operasi Satuan Tugas Khusus untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak & Gas Bumi (SKK Migas), Nurwahidi, yang menyatakan bahwa Satuan Tugas Khusus untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mendorong perusahaan-perusahaan Kontrak Bagi Hasil untuk bergabung dalam membership dengan perusahaan penanggulangan tumpahan minyak, seperti OSCT Indonesia. Beliau menekankan bahwa membership tidak dilarang, dan diperbolehkan.

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Untuk melihat pidato Wakil Presiden Republik Indonesia, klik di sini.