Tentang Kami

 

OSCT INDONESIA telah didirikan sejak tahun 2001, melindungi lingkungan alam Indonesia dari Polusi Minyak, dan menanggulangi tumpahan cepat dan efektif. Kami adalah salah satu PUSAT RESPON OIL SPILL terbesar di dunia, dan merupakan terbesar LOKAL OIL SPILL RESPONSE CENTRE di Indonesia.

PT. SLICKBAR TM INDONESIA memperluas bisnis dengan mendirikan Rental Divisi dan Tumpahan Minyak Combat Team (OSCT), didukung oleh lebih dari 80 responden lokal yang berdedikasi dan ahli lokal terkenal secara internasional, menyediakan Rental Tumpahan Minyak Response Equipment, 24/7 Tanggap Darurat, Pemeliharaan Peralatan , dan Terakreditasi Pelatihan.

  • Founders of SLICKBAR INDONESIA and OSCT INDONESIA
  • 2006

    OSCT INDONESIA moved to our new 10,000 square metre facility, The Largest Oil Spill Response Centre in Indonesia and One of The Largest Oil Spill Response Centres in The World, located in the Delta Silicon II Industrial Park, Lippo Cikarang, West Java, Indonesia.
  • 2009

    OSCT INDONESIA became the first local Oil Spill Response Centre in Indonesia to meet the requirements of International Environmental Management Systems, ISO 14001:2004 and International Occupational Health & Safety Standards, OHSAS 18001:2007.
  • 2010

    OSCT INDONESIA signed an exclusive contract with Cardig Air for transporting oil spill combating equipment all over Indonesia. OSCT INDONESIA launched our OSCT memberships for rapid Tier 1 Oil Spill Combat support throughout Indonesia.

Pesan Ketua

 

Tim Penangulangan Tumpahan Minyak (OSCT) Indonesia memiliki komitmen untuk menjamin keselamatan karyawan dan untuk melindungi lingkungan alam Dunia. Hal ini dicapai dengan penerapan Internasional ISO 9001 Sistem Mutu, 14001 Sistem Manajemen Lingkungan ISO 18001 dan Standar Keselamatan OHSAS. Semua karyawan kami diwajibkan untuk bekerja dengan aman, mengurangi bahaya dan melindungi lingkungan sebagai bagian dari budaya kita. Apa alasan OSCT Indonesia didirikan? Karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan Pasokan dan Distribusi sistem yang paling rumit dari produk minyak dan minyak mentah dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, 81.000 km dari garis pantai diberkahi dengan populasi lebih dari 240 juta orang, 300 dialek yang berbeda. Anda dapat membayangkan bahwa jika Anda terbang dari Sabang (bagian paling kiri dari Indonesia) ke Merauke bagian paling kanan dari Indonesia) akan mengambil enam jam dan hampir sama dengan Anda terbang dari New York ke Los Angeles. Indonesia adalah negara berkembang, 85% dari wilayah Indonesia adalah air dan Indonesia memiliki ekosistem laut yang kaya dan berharga, setiap kerusakan ekosistem laut Indonesia tidak akan hanya perhatian dari Indonesia, tetapi juga akan menjadi perhatian global. Pulau Komodo, Raja Ampat Island dan Bunaken di Sulawesi harus dilindungi dari bencana tumpahan minyak karena saya yakin jika tempat-tempat ini terkontaminasi dengan tumpahan minyak maka akan juga menjadi perhatian dunia.

Risiko pencemaran tumpahan minyak di Indonesia berasal dari kegiatan minyak dan gas sebagai model transportasi minyak mentah dan produk minyak di Indonesia dilakukan terutama pada perairan dengan baik tongkang minyak nasional dari 1.000 ton hingga 85.000 ton atau dengan kapal tanker internasional VLCC (Very besar Cargo Operator) lebih 200.000 ton melewati atau pemakaian minyak atau minyak produk. Indonesia memiliki 5 STS (Ship to Ship Transfer) dan 10 single Buoy Mooring (SBM). tanker besar datang ke STS ini bongkar produk minyak, maka produk minyak ditransfer ke kapal tanker menengah atau kecil. tanker ini dibuang produk minyak ke SBM ini dan kemudian produk minyak pergi ke Terminal Minyak atau Oil Depot oleh pipa submersible atau selang submersible. Ini selang submersible dan pipa memiliki risiko tinggi mencemari air Indonesia. Hal ini mutlak benar bahwa semua ini STS atau SBM diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi untuk Tumpahan Minyak Bencana. Beberapa titik distribusi minyak utama adalah: dua di wilayah Sumatera, dua di Jawa, dua di dekat Kalimantan dan Sulawesi dan satu di Irian Jaya. Ada lebih dari 150 dermaga minyak yang digunakan untuk aktivitas minyak terkait dan banyak dari mereka yang dianggap sebagai risiko tinggi, di antaranya adalah 6 pabrik pengolahan utama dan 4 Terminal Transit utama besar. Jika kita melihat bagaimana ramai aktivitas minyak di Indonesia dan berapa banyak terminal minyak dan minyak Depot Indonesia memiliki, orang mengatakan, JIKA ANDA DROP A BATU DARI FLYING PLANE ATAS INDONESIA, BATU INI AKAN JATUH KE SALAH SATU INI DEPOT MINYAK ATAU terminal.

Kita bisa mencari dari semua minyak & gas ini kegiatan yang air Indonesia memiliki risiko tinggi bencana tumpahan minyak; Oleh karena itu Indonesia membutuhkan pusat respon mampu nasional tumpahan minyak untuk mencegah dan mengandung bencana tumpahan minyak dari polusi pulau sensitif dan situs warisan dunia. Ini adalah alasan OSCT Indonesia didirikan sebagai yang pertama dan terbesar Tumpahan Minyak Nasional Response Center di Indonesia untuk melindungi pulau-pulau dan perairan Indonesia dari bencana tumpahan minyak. Selama bertahun-tahun, OSCT Indonesia telah aktif memerangi tumpahan minyak dan tahun ini kami berencana untuk memiliki dispersant penyemprotan kami pesawat dan Penawaran Umum Perdana kami (IPO). Semua perkembangan ini sejalan dengan misi kami adalah untuk menegakkan standar keamanan tertinggi untuk operasi kami dan harus siap untuk melindungi Indonesia dan lingkungan alam Dunia.