PELATIHAN BERSERTIFIKAT

PELATIHAN IMO HNS

Konvensi Internasional Kedua tentang Zat Beracun Berbahaya pada tahun 2010 mengadopsi Protokol HNS, menyerukan Organisasi Maritim Internasional, bersama dengan Organisasi Internasional dan regional terkait, industri minyak dan perkapalan, untuk mengembangkan program pelatihan komprehensif di bidang kesiapsiagaan dan respons polusi kimia termasuk ketersediaan keahlian untuk pengembangan dan implementasi program pelatihan, yaitu OPRC IMO HNS Operations Manager Level.

OSCT Indonesia memberikan Pelatihan Hazardous Noxious Substances (HNS) untuk level operasional dan level manajerial dengan harga yang kompetitif. Setelah kursus selesai, peserta akan memiliki kemampuan untuk menilai lokasi dan tanggap darurat untuk menahan tumpahan bahan berbahaya dan mengurangi pelepasan uap beracun atau berbahaya.

training - HNS_training_header.jpg

IMO HNS

Level Operation

training - HNS_training_2.jpg

Staf Operasional untuk Penanggulangan Tumpahan Bahan Kimia dan Kesiapsiagaan

  • Pertimbangkan tantangan dan bahaya respons HNS dan komponen utama respons.
  • Diskusikan perilaku bahan kimia dan karakteristik fisik dan kimianya dan akan melihat berbagai kelas barang berbahaya.
  • Pada bagian respon akan melihat berbagai aspek respon termasuk peran organisasi tanggap darurat, bagaimana merespon insiden HNS, aspek keselamatan respon, dekontaminasi, pilihan pembuangan untuk kegiatan pasca operasional limbah HNS.

IMO HNS

Level Manager

training - HNS_training_1.jpg

Staf Operasional Pengawas dan Komando Pusat untuk mengawasi operasi dan perencanaan pertempuran tumpahan bahan kimia

  • Diskusikan peran IMO, undang-undang yang memengaruhi pengangkutan HNS dan rezim kompensasi dan kewajiban.
  • Akan melihat berbagai bentuk interaksi yang dapat terjadi dengan media dan menyoroti beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berhadapan dengan wartawan.
  • Selain itu, traiing akan melihat tujuan perencanaan kontinjensi dan pertimbangan apa yang perlu diambil saat menulis rencana kontinjensi dan menjelaskan tujuan pemetaan sensitivitas dan faktor-faktor apa saja yang terlibat.