Oil Spill Combat Team Indonesia mendukung kegiatan simulasi sistem penanganan krisis tumpahan minyak di Pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Priuk sesuai dengan standard nasional dan internasional ISO 22301 Business Continuity Management System (BCMS).

Simulasi di wilayah ini dinilai penting mengingat aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya berfokus pada kelancaran arus logistik dan perdagangan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat. Langkah ini penting dalam membangun kesiapsiagaan sistem penanganan krisis yang terintegrasi dan terkoordinasi di seluruh kawasan pelabuhan.

Dalam simulasi ini, seluruh terminal dan fasilitas pelabuhan dilibatkan, mulai dari terminal peti kemas internasional, terminal energi, terminal multipurpose, hingga terminal kendaraan logistik.

Salah satu skenario yang diperagakan dalam simulasi adalah penanganan tumpahan minyak di area pelabuhan. Simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur terkait memahami prosedur penanganan cepat dan koordinasi di lapangan.

Latihan ini juga dihadiri oleh Kepala KSOP Tanjung Priok, Kapten Heru Susanto,
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud
juga memberi apresiasi dan dukungan terhadap Pelindo Tanjung Priok dalam membangun sistem penanganan krisis. Penerapan BCMS di Tanjung Priok menjadi yang pertama di Indonesia yang diharapkan menjadi model di pelabuhan besar lainnya yang memenuhi standard nasional dan internasional